Sponsor

Sponsor
LIVE CASINO INDONESIA

KOLEKSI

Friday, November 19, 2010

PTK BIMBINGAN KONSELING 027

PENINGKATAN PRESTASI BIDANG PENGEMBANGAN SOSIAL MATERI TATA KRAMA PERGAULAN PADA SISWA KELAS ……DI ........... MELALUI LAYANAN ORIENTASI
TAHUN……..  

B A B I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Suatu Kegiatan layanan orientasi disebut pelayanan apabila kegiatan tersebut dilakukan melalui kontak langsung dengan sasaran pelayanan (klien/konseli) ,dan secara langsung berkenaan dengan permasalahan ataupun kepentingan tertentu yang dirasakan oleh sasaran pelayanan itu.
Oleh karena itu "Tanggung jawab pendidikan ada pada lembaga-­lembaga yang meliputi; lembaga keluarga, lembaga sekolah, lembaga masyarakat, lembaga keagamaan dan lembaga pemerintah: (Drs. M. Noor Syaln, 198(1: 19).
Selain itu keberhasilan pendidikan juga ditentukan pula oleh beberapa faktor diantaranya: kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan, fasilitas dana, tenaga pendidik, metode dan partisipasi masyarakat.
Dalam kehidupan masyarakat yang semakin maju dan berkembang seperti sekarang ini persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat semakin kompleks, karena adanya perubahan-perubahan dalam berbagai kehidupan masyarakat. Persaingan di segala bidang semakin ketat, membuat semua orang berlomba untuk meraih kesuksesan. Akibatnya bagi mereka yang terlalu sibuk dengan urusannya menjadi lupa akan keberadaan dirinya sebagai anggota keluarga, dan lupa perannya sebagai orang tua. Banyak orang tua yang lupa, bahwa dalam perkembangannya anak sangat membutuhkan kasih sayang, perhatian, serta bimbingan dari orang tua. Mereka melupakan bahwa pendidikan di keluarga adalah pendidikan yang pertama dan utama. Tanggung jawab melatih dan mengawasi anak diserahkan pada pembantu rumah tangga yang pendidikannya relatif rendah. Hal tersebut berdampak pada pendidikan anak, sehingga anak sering menghadapi persoalan yang kadang tidak dapat mereka pecahkan sendiri. Karena kenyataannya kemampuan dan sifat individu dalam mengatasi persoalan-persoalan itu tidak sama satu dengan yang lain. Ada individu yang sanggup mengatasi persoalannya tanpa ada bantuan orang lain. Tetapi tidak sedikit individu yang tidak sanggup mengatasi persoalannya sendiri, dengan demikian bantuan dan pertolongan orang lain sangat ia perlukan.
Secara realita banyak sekali siswa yang sangat membutuhkan Layanan orientasi. Di sini sekolah sebagai salah satu pusat pendidikan tidak bisa terlepas dari situasi kehidupan masyarakat, tentu saja sekolah harus membantu para siswa yang nota bene adalah sebagai calon anggota masyarakat. Sekolah harus dapat membantu agar siswa-siswanya mampu memecahkan berbagai masalah yang dihadapi. Permasalahan tersebut kadang juga timbul akibat dari berubahnya pola hidup di masyarakat. Dalam situasi dan kondisi inilah Layanan orientasi di sekolah akan terasa sangat diperlukan.
Layanan orientasi di sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan aktivitas belajar, mendorong pertumbuhan dan perkembangan sikap Pribadi, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa dalam mempersiapkan diri untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Karena Layanan orientasi juga merupakan salah satu faktor penujang, tercapainya cita-cita Pendidikan Nasional, maka pelaksanaanya harus lebih ditingkatkan.
Berpijak dari sinilah penulis ingin meneliti, apakah benar masalah Layanan orientasi di sekolah telah dilaksanakan dengan baik, sehingga kemungkinan besar problema yang dialami siswa dapat teratasi dengan baik. Berdasarkan uraian diatas, maka dalam penulisan karya tulis ilmiah ini penulis memilih judul “Peningkatan Prestasi Bidang Pengembangan Sosial Materi Tata Krama Pergaulan Siswa Kelas ........Di.....Melalui Layanan Orientasi Tahun.....”

B. Ruang Lingkup Penelitian
Di dalam ruang lingkup penelitian yang akan penulis uraikan antara lain :
1. Layanan orientasi
a. Pengertian Layanan orientasi
b. Tujuan Layanan orientasi
c. Fungsi Layanan orientasi
d. Prinsip pelaksanaan Layanan orientasi
e. Peranan guru dalam memberikan Layanan orientasi
2. Prestasi Belajar Layanan orientasi Bidang Bimbingan Sosial pada Materi Tata Krama di sekolah.
a. Merespon secara positif terhadap tata krama
b. Observasi pergaulan siswa dilingkungan sekolah terutama dalam kehidupan sehari-hari.
c. Mengimplementasikan tata krama dalam kehidupan sehari-hari.
d. Mampu mengidentifikasikan norma-norma yang ada dalam lingkungan sekitar, keluarga, dan masyarakat
3. Hubungan antara Layanan orientasi dengan aktivitas belajar Bimbingan Sosial Materi Tata Krama di sekolah Siswa Kelas ……

C. Rumusan Masalah
Agar tidak terjadi kesalahpahaman, serta dapat memberi arah dan tujuan yang jelas maka penulis merumuskan masalah dalam garis besar sebagai berikut :
1. Bagaimana partisipasi siswa dalam mengikuti Layanan orientasi di ........... ?
2. Bagaimanakah prestasi belajar siswa pada pembelajaran Bimbingan Sosial materi Tata Krama di sekolah ?
3. Apakah Layanan orientasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Bimbingan Sosial materi Tata Krama pergaulanSiswa Kelas . ............

D. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui partisipasi siswa dalam mengikuti Bimbingan dan Konseling di............
2. Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dalam pada pembelajaran Bimbingan Sosial materi Tata Krama di........ pada Siswa Kelas ............
3. Untuk mengetahui hubungan Layanan orientasi dengan peningkatan prestasi belajar siswa dalam pada pembelajaran Bimbingan Sosial materi Tata Krama pergaulan pada Siswa Kelas ............

E. Pentingnya Penelitian
Dari kegiatan penelitian ini, diharapkan nantinya memiliki manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun pentingnya penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi Penulis
Dengan selesainya penulisan penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan penulis khususnya wawasan mengenai seluk beluk penulisan tentang penelitian.
2. Bagi Guru BK atau Guru Kelas
Dengan adanya tulisan dapat memberikan masukan pengetahuan sekaligus dapat dijadikan pedoman di dalam memberikan Layanan orientasi di sekolah.
3. Bagi Orang Tua Siswa
Dapat menambah masukan untuk membantu guru agar dapat membimbing siswanya dalam meningkatkan prestasi belajarnya.

F. Asumsi dan Hipotesa
1. Asumsi
Untuk memenuhi dalam menganalisa data serta untuk menarik kesimpulan, maka perlu diambil asumsi sebagai berikut :
a. Sumber belajar Bimbingan Konseling Bidang Bimbingan Sosial Materi Tata Krama pergaulan pada Siswa Kelas ........... adalah sama.
b. Semua siswa Kelas . ........... mendapat kesempatan menerima Layanan orientasi adalah sama.
2. Hipotesa
Menurut Prof. Drs. Sutrisno Hadi (1987;316), "Hipotesa adalah dugaan yang menyatakan tentang keadaan parameter yang didasarkan atas tingkat kebenaran dari parameter itu."
Adapun hipotesa yang perlu diuji kebenarannya melalui penelitian ini adalah :
a. Dengan Layanan orientasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Bimbingan Sosial materi Tata Krama pergaulan pada Siswa Kelas . ............
b. Dengan Layanan orientasi tidak dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Bimbingan Sosial materi Tata Krama pergaulan pada Siswa Kelas . ............

G. Penegasan Istilah
Untuk menghindari kesalah pahaman maka sesuai dengan judul ini, ada beberapa istilah yang perlu ditegaskan yaitu :
1. Hubungan
Yang dimaksud hubungan menurut W.J.S Purwadarminto adalah intruksi antara dua variabel yang saling mempengaruhi (Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta;429). Jadi yang dimaksud hubungan dalam penelitian ini adalah hubungan antara Layanan orientasi dengan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Bidang Bimbingan Sosial di sekolah.
2. Layanan orientasi
Yang dimaksud bimbingan sebagaimana diungkapkan oleh Mortesen dan Sehmuller (1964;3), bimbingan dapat diartikan sebagai bagian dari keseluruhan program yang membantu menyediakan kesempatan-kesempatan pribadi dan layanan-layanan petugas ahli dengan mana setiap individu dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan dan kecakapan-kecakapannya secara penuh sesuai penuh apa yang diharapkan (Erman Amti, Layanan orientasi, Derektorat Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan, 1991/1992;2) .
Sedangkan yang dimaksud dengan konseling sesuai dengan pendapat Edwin C. Lewis dalam Bruce and Shetzer (1974;17) adalah proses dengan mana pribadi yang bermasalah (siswa) dibantu untuk merasa dan bertindak dalam cara-cara yang lebih matang melalui interaksi pribadi yang tidak bermasalah (konselor) yang menyediakan informasi dan reaksi-reaksi yang merangsang siswa mengembangkan tingkah laku-tingkah laku yang memungkinkannya menjadi lebih efektif dengan dirinya dan dengan lingkungannya. Jadi yang dimaksud dengan Layanan orientasi adalah suatu program yang bertujuan untuk membantu siswa agar dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi sehinggga siswa dapat menemukan pemecahan sesuai dengan yang diharapkan.
3. Prestasi Belajar
Yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta;108). Yang penulis maksud prestasi belajar dalam penelitian ini adalah nilai yang telah dicapai siswa dalam mata pembelajaran Bidang Bimbingan Sosial pada Materi Tata Krama pergaulan pada Siswa Kelas . ..........., tahun pelajaran .......
4. Bimbingan Konseling (Bidang Pribadi)
Kompetensi dasar yang diharapkan dari Bimbingan Konseling Bidang Pribadi ini adalah antara lain :
  • Bertingkah laku dengan menjunjung tinggi tata krama, serta nilai-nilai agama, adat istiadat, hukum dan kebiasaan yang berlaku.
  • Memiliki hubungan yang dinamis, harmonis, dan produktif dengan teman sebaya
5. Strategi Bimbingan
  • Siswa mengidentifikasikan perubahan-perubahan yang terjadi baik secara psikis maupun fisik. (untuk laki-laki dan perempuan)
  • Siswa dapat mengemukakan pendapatnya tentang perubahan fisik yang dialami
  • Siswa menyimpulkan tentang hasil-hasil kegiatan.
  • Siswa menyimak implikasi perubahan jasmani dan psikis serta kaitannya dengan perilaku atau pergaulan teman sebaya.
6. Tata Krama
  • Pengertian Tata Krama
Tata Krama adalah sikap/tingkah laku yang harus dimiliki sesuai dengan nilai-nilai, norma-norma, adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat.

  • Tata Krama dalam lingkungan sekolah
Sebagai siswa mau melaksanakan tata krama aturan yang berlaku disekolah antara lain :
a. Datang ke sekolah sesuai dengan waktu yang ditentukan
b. Memakai seragam sekolah sesuai dengan hari yang telah ditentukan
c. Pakaian seragam secara rapi, baju dimasukan dan memakai ikat ikat pinggang bagi anak putra.
d. Tidak memakai pewarna rambut dan tidak memakai perhiasan dan bersolek yang berlebihan bagi anak putri.
e. Bilamana datang terlambat minta izin masuk pada guru piket pada hari itu.
  • Tata Krama dalam Masyarakat
Adalah aturan perilaku yang berlaku dalam masyarakat antara lain:
1. Apabila ada tetangga yang sakit menjenguk dan apabila ada yang meninggal ta’jiah.
2. Ikut dalam kegiatan Pribadi dilingkungan masyarakat (karang taruna, PKK, dan lain-lain)
3. Tidak membuat kerusuhan di lingkungan sekitar
  • Tata Krama dalam Keluarga
Adalah aturan atau kebiasaan yang dilakukan dalam keluarga antara lain:
1. Apabila keluar rumah harus minta izin kepada orang tua
2. Berbicara dengan orang yang lebih tua harus dengan kata-kata yang sopan
3. Memberi salam bila masuk rumah maupun keluar rumah
4. Bila makan bersama baiknya memberi kesempatan kepada orang tua untuk mengambil makanan terlebih dahulu.

1 comment: